Salah satu unsur yang penting dalam sebuah pertunjukan tari adalah unsur pendukung tari Lalu apa yang dimaksud dengan unsur pendukung tari?

Salah satu unsur yang penting dalam sebuah pertunjukan tari adalah unsur pendukung tari Lalu apa yang dimaksud dengan unsur pendukung tari?

Mathis Jrdl/Unsplash

Unsur pendukung tari tradisional.

Bobo.id - Tari tradisional merupakan salah satu jenis kekayaan budaya yang dimiliki Indonesia. 

Setiap daerah di Indonesia, juga memiliki beragam jenis tari tradisional. 

Dalam melakukan tari-tari tradisional, terdapat beberapa unsur yang mendukung kelengkapan penampilan tari. 

Apa saja unsur-unsur tersebut? Yuk, simak penjelasannya di sini!

Baca Juga: Pengertian, Karakteristik, dan Contoh Tari Kontemporer dari Indonesia

1. Pola Lantai Tari Tradisional

Pola lantai tari merupakan salah satu unsur pendukung tari tradisional. 

Ada beragam jenis dan bentuk pola lantai yang digunakan dalam tari tradisional Indonesia. 

Pola lantai tari yang paling umum digunakan di Indonesia yaitu garis lurus dan garis lengkung. 

Garis lurus contohnya membuat pola lantai segi empat, segitiga, atau berjajar. Sedangkan pola garis lengkung contohnya pola lingkaran. 

Tidak hanya secara terpisah, pola lantai garis lurus dan garis lengkung bisa dikombinasikan. 

Misalnya, pada Tari Saman, pola lantai yang digunakan yaitu pola garis lurus. Para penari duduk lurus di lantai selama menari. 

Sedangkan pola garis lengkung lebih mudah kita temukan dari Tari Kecak dari Bali.

2. Tata rias dan Busana Tari Tradisional

Tata rias dan tata busana pada tari tradisional memiliki fungsi penting. 

Ada dua fungsi utama dari tata rias dan tata busana pada tari tradisional, yaitu sebagai pembentuk karakter dan pembentuk tokoh. 

Maka dari itu, tidak jarang kita menemukan busana dan tata rias raksasa biasanya menggambarkan watak keras dan jahat. 

Misalnya pada busana dan tata rias raksasa pada epos Ramayana, digambarkan dengan wajah merah dan mulut penuh taring. 

Sedangkan tata rias untuk karakter baik biasanya menggunakan warna yang cantik dan bersahaja. 

Jika kamu mengenal 4 tokoh wayang Jawa yaitu Semar, Gareng, Petruk, dan Bagong. 

Keempat karakter tersebut menggunakan tata rias yang menggambarkan karakter dan watak lucu. 

Baca Juga: Penjelasan Lengkap Tentang Pengertian, Unsur-Unsur, dan Contoh Seni Tari di Indonesia

3. Properti Tari Tradisional

Properti tari tradisional yaitu alat-alat yang mendukung dan melengkapi tari tradisional. 

Misalnya seperti kipas, selendang, keranjang, caping, dan sebagainya. 

Beberapa tari tradisional di Indonesia juga mengambil nama dari properti yang digunakan. 

Contoh, ada tari Kipas Pakarena menggunakan kipas, Tari Lawung dari Keraton Yogyakarta yang menggunakan lawung (tombak).

Properti bertujuan untuk melengkapi busana dan menunjukkan maksud dari keseluruhan isi tari tradisional. 

Baca Juga: Tari Gandrung: Sejarah, Properti, dan Tahapan Tari Gandrung

4. Tata Iringan Musik Tari Tradisional

Musik merupakan bahasa universal yang dapat mengekspresikan berbagai perasaan. 

Pada tari tradisional, musik berfungsi sebagai iringan tari yang mengilustrasikan dan membangun suasana dalam tari. 

Musik sebagai iringan tari memiliki arti bahwa ritme musik tidak selalu sama dengan ritme gerakan. 

Kadang, musik iringan bisa berbunyi menghentak, namun gerakan tarinya mengalun dan mengalir. 

Sedangkan arti dari musik mengilustrasikan dan membangun suasana adalah di balik tari tradisional terdapat cerita yang harus disampaikan. 

Nah, itulah 4 unsur pendukung tari tradisional, teman-teman. 

Tonton video ini juga, yuk!

----

Ayo, kunjungi adjar.id dan baca artikel-artikel pelajaran untuk menunjang kegiatan belajar dan menambah pengetahuanmu. Makin pintar belajar ditemani adjar.id, dunia pelajaran anak Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Unsur Pendukung Tari – Pada kesempatan kali ini, Senipedia akan kembali memberikan informasi mengenai Seni Tari, yakni akan menjelaskan apa saja nama dan jenis unsur unsur pendukung tari secara lengkap.

Berdasarkan namanya saja, kata ‘unsur’ berarti mencakup keseluruhan elemen dalam suatu konsep. Manfaat unsur pendukung dalam tari yang ada akan menjadi pedoman sekaligus penentu kesuksesan sebuah ajang.

Selain itu, antara satu unsur dengan unsur pembantu lainnya akan saling berkaitan dan sama-sama memberikan feedback. Misalnya unsur dalam tari antara gerakan dan musik pengiring, serta gerakan dengan properti.

Nah, pada kesempatan in, saya akan menjelaskan mengenai bentuk unsur pendukung dalam seni tari satu-persatu, dimana diantaranya adalah :

  • Gerakan
  • Musik Pengiring
  • Properti Tari
  • Tata Busana
  • Tata Panggung
  • Tata Rias

Untuk informasi selengkapnya mengenai penjelasan masing-masing unsur yang ada pada tarian di atas, silakan simak ulasan di bawah ini :

Unsur Gerakan

Yang pertama sekaligus paling penting adalah unsur Gerakan. Gerakan menjadi syarat utama dalam sebuah tarian. Tanpa adanya gerakan, makna dan pesan tidak akan tersampaikan.

Selain itu, gerakan akan menjadi pemandu emosional dan menambah ketertarikan dari para penonton, dengan menyalurkan rangkaian gerak ritmis, kemudian bisa dinikmati oleh mereka yang hadir.

Unsur gerakan dalam tarian juga memuat banyak jenis, sebut saja seperti gerak kepala, muka atau wajah, bola mata, tangan yang meliputi siku, jari-jari, hingga pergelangan tangan,  gerakan pinggul, hingga kaki yang menekankan pada sebuah gerak seni.

Dalam tari tradisional di Indonesia, terdapat beberapa perbedaan mencolok dari bentuk gerakan, antara lain adalah gerak murni, imitatif, imajinatif dan maknawi.

Fungsi Gerak dalam Tari :

  • Mengekspresikan jiwa dan karakter penari
  • Mengekspresikan sebuah inti tarian
  • Penyampaian pesan dan makna dalam tari
  • Mempengaruhi emosional penonton
  • Menambah keseruan dalam pementasan

Keseluruhan dari bentuk gerakan di atas memiliki makna dan pesan yang menjadi ciri khas dalam sebuah tarian tradisional, dengan gaya penyampaian komunikasi yang beragam pula.

Baca Juga : Tari Kontemporer

Unsur Properti Tari

Unsur Pendukung Tari berikutnya adalah Properti, yakni sebagai pelengkap serta penambah nuansa keindahan saat pementasan, sekaligus menjadi karakteristik tersendiri dari sebuah tarian.

Filosofi properti yang dipakai tidak akan jauh berbeda dengan makna yang terdapat dalam tarian tersebut, selain itu juga dijadikan sebagai pembeda antara satu tarian dengan yang lainnya.

Contoh tari yang menggunakan properti antara lain Tari Piring (Sumbar), Tari Serimpi, Satrio Watang, Golek Sulung Dayung, Tari Lilin, Tari Kipas dan lain-lain.

Fungsi Properti dalam Tari :

  • Mendeskripsikan tema tarian yang dimainkan
  • Memperjelas karakter dan gerakan penari
  • Memperindah gerakan dan penampilan

Selain beberapa fungsi di atas, manfaat properti dalam tari juga sebagai pembuktian akan skill dari para penari, bagaimana mereka membawakannya dengan sempurna dan terlihat Profesional. Karena tidak semua orang bisa membawakan.

Beberapa contoh properti yang umum digunakan antara lain Selendang, penutup kepala, piring, lilin, kipas, topeng, kostum khas, gong, sapu tangan, tombak keris dan lainnya.

Sedangkan untuk pembuatan properti tari, umumnya berasal dari olahan kain, kayu, besi, kulit, baja, kaca, tembaga hingga plastik. Kemudian dicetak sedemikian rupa hingga bisa dipakai dalam pertunjukkan tari.

Selengkapnya : Properti Tari

Unsur Iringan

Berikutnya adalah Iringan, yang sifatnya bisa wajib bisa pula opsional. Jenis iringan dalam penampilan tari ada 2 macam, yakni iringan dari para penari dan alat musik pendukung.

Untuk iringan dari penari, bisa berupa tepuk tangan, suara yang dilantunkan hingga hentakan kaki ke lantai. Sedangkan dari alat musik, bisa berupa gendang, rebana, gong, gamelan, piano, dan lain sebagainya.

Pada praktek tari tradisional zaman dulu, biasanya hanya memanfaatkan alat musik saja, namun seiring perkembangan zaman, akhirnya dimasukkan Lagu Pengiring untuk menambah kesan dalam penyampaian pesan.

Misalnya Tari Indang asal Sumatera Barat, yang dilengkapi dengan iringan dari penari, alat musik hingga lagu. Dalam lagu yang dibawakan, liriknya menjelaskan apa maksud dan makna dalam tarian tersebut, sehingga sifatnya’memperjelas’.

Manfaat pengiring dalam tari :

  • Sebagai penyalur rangsangan
  • Mendeskripsikan suasana dalam tarian
  • Pengatur gerak tari
  • Pembangkit emosional penonton
  • Pengatur ritme dan tempo gerakan
  • Pembuka dan penutup penampilan.

Begitu juga dengan tempo dan ritme musik pengiring, yang bisa saja lambat, dinamis hingga kencang. Ritme dan tempo akan jadi penentu bagi penari dalam melakukan gerakan mereka, dengan disesuaikan bersama iringan.

Selengkapnya : Fungsi Musik dalam Tari

Unsur Tata Busana

Busana / kostum yang dikenakan merupakan unsur dalam tari yang tidak kalah penting, karena pada dasarnya, kesempurnaan sebuah tarian akan lebih terlihat saat busana tertata dengan baik.

Selain itu, dengan adanya busana maka karakteristik dan daerah asal tarian akan semakin tercermin jelas, karena umumnya setiap daerah akan mengangkat tema yang menjadi ciri khas mereka, untuk diaplikasikan ke dalam kostum tari.

Seperi contoh, baju adat suatu daerah akan paling umum ditemukan dalam tari tradisional, mulai dari celana, baju, selendang atau kain, ikat kepada hingga mahkota.

Manfaat tata busana dalam tari :

  • Menambah nilai estetika dan etika
  • Membantu menghidupkan peran dam karakter penari
  • Memperjelas identitas tari yang dibawakan

Unsur pendukung dalam tari ini sejatinya hanya berlaku dalam pementasan tari tradisional, berbeda dengan tarian modern yang notabene menggunakan kostum bebas, karena tidak lagi mengangkat tema asli dari tari daerah kuno.

Unsur Tata Panggung

Di zaman modern sekarang, penataan panggung semakin diperbaharui. Sebut saja seperti tari modern, yang saat ini begitu memperhatikan segala aspek besar hingga kecil, misalnya pengaturan cahaya, musik hingga pola lantai.

Intinya, tata panggung / pementasan akan berupaya menciptakan kenyamanan penuh kepada para penari, dan begitu juga terhadap para penonton agar bisa memberikan penampilan terbaik.

Baca juga : Elemen Dasar Tari

Unsur Tata Rias

Unsur Pokok dalam Tari yang terakhir adalah Tata Rias. Tidak berbeda dengan unsur yang lain, tata rias juga sangat berperan penting dalam memperjelas asal tari dari daerahnya, jadi bukan hanya sebatas lipstik atau make up nya saja.

Misalnya, ada beberapa tari daerah di Indonesia yang tata riasnya benar-benar dikhususkan, yang telah ada sejak kemunculan tari tersebut, sehingga menjadi pembeda dari tarian lain.

Manfaat tata rias dalam tari :

  • Memperindah tampilan wajah
  • Membantu menunjukkan perwatakam dan karekter
  • Memberi efek gerak pada ekspresi wajah
  • Memberi nilai tambah pada tari.

Selain itu, tata rias juga akan memperjelas karakter para penari, yang disesuaikan dengan tema bawaan, sehingga para penonton bisa menerima pesan dan kesan secara lebih spesifik.

Baca juga : Tari Modern

Penutup

Semua unsur yang ada pada sebuah pementasan tari patutlah saling berhubungan satu sama lain, bila salah satu unsur kurang maksimal, maka akan berpengaruh pada yang lain.

Selain itu, pemahaman terhadap unsur tarian ini akan memberikan panduan terbaik bagi para penari, agar bisa menampilkan pertunjukkan yang berkesan dan spektakuler.

Demikianlah, penjelasan mengenai 6 Unsur Pendukung Tari secara lengkap beserta manfaatnya. Semoga informasi kali ini bisa menambah wawasan sekaligus menjawab pertanyaan kamu. Terima kasih.

BACA JUGA :

  • Tari Kreasi Baru
  • Pola Lantai dalam Tari
  • Referensi