Cara menggunakan php html functions

Jika kita lihat dari judulnya function berarti menandakan sebuah fungsi dari sesuatu, biasanya kita menggunakan function itu untuk memanggil sebuah statement berulang kali, dari pada kita membuatnya lagi dalam satu halaman, alangkah baiknya kita gunakan terpisah jika kita butuhkan fungsi itu baru kita panggil, dan kita bisa memanggil fungsi itu berulang kali, itu dia yang di namakan function oke jangan kemana-mana, karena sesaat lagi kita akan belajar cara menggunakan function di dalam PHP, simak terus ya teman-teman.

Untuk menambah pemahaman ke teman-teman, cara menggunakan function di dalam PHP, pernahkan teman-teman, melihat sebuah tanggal dari sebuah blog dimana tanggal itu pasti ada ketika kita dalam halaman index, ketika kita klik kategorinya, pasti terdapat sebuah tanggal betul ya, nah, coba teman-teman bayangkan jika kita harus membuat sebuah tanggal dari halaman satu ke halaman lain secara berulang-ulang mungkin sangat memakan banyak waktu ya, jadi tidak efisien, untuk menanggulangi masalah itu kita bisa gunakan function.

Oke ada cara menggunakan function di dalam PHP, atau syarat untuk menggunakan function, yaitu function harus:

  • Menggunakan huruf atau garis bawah pada pada huruf pertama ya, tidak boleh angka
  • dan di usahkan beri nama function sesuai kebutuhan, misal saya membuat tanggal ya beri saja function tanggal() ya,

Dan contoh Penulisan function seperti ini:

function namaFunction(){
    //Kode yang akan di esekusi
}

Dan disini saya akan membuat sebuah function pesan:

 <?php
function tampil() {
    echo "Hello Saya sedang belajar function";
}

tampil(); //panggil function disini
?>

Kita juga bisa memberi argumen di dalam function, dengan cara di dalam tanda kurung, kita buat sebuah argumen seperti membuat variabel contoh:

 <?php
function namaKelas($nama) {
    echo "$nama halo.<br>";
}

namaKelas("budi");
namaKelas("budu");
namaKelas("bebe");
namaKelas("bobo");
namaKelas("bogo");
?>

Kita juga bisa menambahkan argumen ya didalam function dengan cara memisahkan dengan koma (,). Contohnya seperti ini:

 <?php
function biodata($nama, $tahun) {
    echo "$nama asli. lahir tanggal $tahun <br>";
}

biodata("budi", "1944");
biodata("bogo", "1923");
biodata("boy", "1903");
?>

Satu lagi yang ingin saya tunjukan yaitu menggunakan return untuk mencetak sebuah functionya, jadi kita tidak memberikan echo didalam function tapi kita berikan terlebih dahulu return ya, baru nanti saat kita memanggil functionya menggunakan echo contohnya seperti ini:

<?php
function sum($x, $y) {
    $z = $x + $y;
    return $z;
}

echo "5 + 10 = " . sum(5, 10) . "<br>";
echo "7 + 13 = " . sum(7, 13) . "<br>";
echo "2 + 4 = " . sum(2, 4);
?>

Seperti ini ya, kurang lebihnya seperti itu ya teman-teman, sumber saya ambil dari w3school ya teman-teman, oke saya rasa cukup sampai disini dulu belajar kita tentang cara menggunakan function di dalam PHP, semoga bermanfaat dan sampai jumpa pada artikel selanjutnya terimakasih.

Cara menggunakan php html functions

Nurul Huda 4 February 2020


  1. Beranda
  2. Web
  3. PHP
  4. PHP Dasar
  5. PHP Dasar: Belajar Fungsi (1/3)

Cara menggunakan php html functions

  • PHP
  • PHP Dasar

Daftar Isi

    • Pengertian Fungsi
    • Cara Mendefinisikan Fungsi
    • Cara Memanggil Fungsi
    • Parameter Pada Fungsi
    • Fungsi dengan lebih dari satu parameter
    • Membatasi Tipe Data Parameter
    • Parameter Default
    • Pembahasan Selanjutnya

Kita masih berada di seri tutorial belajar php dasar. Kita telah mempelajari beberapa unsur penting pada PHP: mulai dari variabel dan tipe data, macam-macam operator, hingga control structure pada PHP.

Pada pertemuan kali ini, kita akan membahas tentang fungsi.

Pengertian Fungsi

Fungsi adalah suatu kumpulan blok kode, yang menerima suatu inputan, melakukan satu tugas tertentu, dan secara opsional ia bisa mengembalikan suatu nilai. Dalam tutorial-tutorial sebelumnya, kita telah mencoba beberapa fungsi bawaan php seperti var_dump dan count.

PHP memang sudah datang dengan berbagai macam fungsi untuk memudahkan pekerjaan kita. Akan tetapi kita tetap bisa membuat fungsi sendiri, untuk menyelesaikan tugas-tugas tertentu sehingga kita bisa menggunakan fungsi tersebut tanpa harus menulis kode program berulang-ulang.

Cara Mendefinisikan Fungsi

Mendefinisikan fungsi baru pada PHP berarti kita menuliskan suatu tugas tertentu, yang bisa kita eksekusi kemudian.

Fungsi pada PHP memiliki nama, dan juga bisa menerima parameter.

Secara sederhana anda bisa mendefinisikan fungsi sebagai berikut:

<?php
function namaFungsi () {
  // blok kode program
}

Peraturan pemberian nama fungsi, sama dengan nama variabel. Hanya saja ia tidak bisa menggunakan nama fungsi yang sama seperti fungsi bawaan php seperti misalnya var_dump, empty, count, dan lain-lain. Kita juga tidak bisa mendefinisikan satu nama fungsi yang sama sebanyak 2 kali.

Contoh yang lain, berikut ini adalah fungsi yang bertugas untuk menampilkan teks dengan echo.

<?php

function sapaPengunjung () {
  echo "<h2>Halo, selamat datang!</h2>";
  echo "<p>Terima kasih telah berkunjung ke situs kami.</p>";
}

Bagaimana cara memanggilnya?

Cara Memanggil Fungsi

Di atas, kita telah membuat satu fungsi dengan nama sapaPengunjung(). Kita juga telah mendefinisikan tugas apa yang harus fungsi tersebut lakukan.

Nah.. sekarang kita akan memanggil fungsi tersebut.

Caranya sangat mudah, kita tinggal menulis nama fungsi tersebut lalu diiringi dengan tanda kurung () setelahnya.

Seperti berikut ini:

Perintah di atas, akan menghasilkan teks html yang di-echo melalui fungsi sapaPengunjung().

Parameter Pada Fungsi

Kita sudah singgung pada bagian pengertian fungsi, bahwa fungsi pada PHP bisa menerima suatu nilai atau input. Nilai atau input tersebut, kita katakan sebagai parameter fungsi.

Parameter fungsi adalah suatu nilai yang kita lempar kedalam sebuah fungsi, nilai tersebut bisa berupa apa saja. Bisa berupa string, boolean, integer, bahkan ia juga bisa berupa fungsi yang lainnya (bagian ini insyaallah kita bahas pada tutorial fungsi bagian 2).

Sebagai contoh, kita akan mengubah fungsi sapaPengunjung() yang telah kita buat di atas.

Kita akan menambahkan parameter $nama yang berisi nama pengunjung. Nama pengunjung tersebut akan kita tampilkan dengan perintah echo.

<?php

function sapaPengunjung ($nama) {
  echo "<h2>Halo {$nama}, selamat datang!</h2>";
  echo "<p>Terima kasih telah berkunjung ke situs kami.</p>";
}

Dan saat memanggil fungsi tersebut, kita harus memasukkan parameter yang diminta. Kalau tidak, maka PHP akan menampilkan pesan error.

<?php

sapaPengunjung("Nurul Huda");

Kita juga bisa memanggil fungsi yang telah kita buat tersebut berkali-kali, bahkan juga dengan parameter yang berbeda-beda!

<?php

sapaPengunjung("Nurul Huda");
sapaPengunjung("Ibnu Zakariyya");
sapaPengunjung("Anshori Akbar");

Fungsi dengan lebih dari satu parameter

Kita telah mencoba fungsi dengan satu parameter. Sebenarnya, kita juga bisa mendefinisikan lebih dari satu parameter.

Misal pada fungsi sapaPengunjung() di atas, kita akan memberikan ucapan khusus bagi pengunjung yang telah telah mengunjungi situs kita lebih dari 10 kali.

Bagaimana kita tahu bahwa pengunjung tersebut telah mengunjungi lebih dari 10 kali? Kita akan menambahkan parameter ke-2, yaitu jumlah kunjungan.

<?php

function sapaPengunjung ($nama, $jumlahKunjungan) {
  echo "<h2>Halo {$nama}, selamat datang!</h2>";
  echo "<p>Terima kasih telah berkunjung ke situs kami.</p>";

  if ($jumlahKunjungan > 10) {
    echo "<p>Kami memiliki hadiah ebook gratis untuk anda karena anda telah mengunjungi situs kami sebanyak {$jumlahKunjungan} kali.</p>";
  }
}

Saat memanggil fungsi, jangan lupa untuk menambahkan parameter kedua.

<?php

sapaPengunjung("Nurul Huda", 20);

Membatasi Tipe Data Parameter

Kita telah membuat fungsi yang menerima 2 buah parameter. Parameter pertama kita beri nama $nama, ia dimaksudkan untuk menerima tipe data string. Dan parameter kedua kita beri nama $jumlahKunjungan, ia dimaksudkan untuk menerima tipe data integer.

Akan tetapi.

Jika kita mau perhatikan, sebenarnya kita bisa memasukkan tipe data apa pun di situ. Bisa string, integer, boolean, dan sebagainya.

<?php

sapaPengunjung(true, "Nurul Huda");

Itu terjadi karena kita tidak membatasi tipe data apa yang harus dimasukkan ketika memanggil fungsi sapaPengunjung.

Tentu saja dengan memasukkan parameter dengan tipe data yang tidak sesuai keinginan, akan membuat fungsi yang telah kita buat tersebut menjadi bekerja tidak seperti yang kita harapkan.

Akan tetapi tenang saja. Karena sejak PHP 7, kita bisa membatasi dan menentukan tipe data untuk masing-masing parameter pada fungsi yang kita buat.

<?php

function sapaPengunjung (string $nama, int $jumlahKunjungan) {
  # ...
}

Pada kode program di atas kita mendefinisikan parameter $nama dengan tipe data string, dan parameter $jumlahKunjungan dengan tipe data integer.

Coba anda lakukan perintah berikut dan perhatikan pesan error yang anda dapatkan:

<?php

sapaPengunjung("Nurul Huda", "20");

Parameter Default

Terkadang kita ingin bahwa suatu fungsi memiliki parameter opsional atau parameter yang tidak wajib diisi. Seperti untuk me-resize gambar, kita mungkin akan membuat fungsi dengan nama resize() yang menerima tiga parameter: yaitu parameter $urlGambar, $lebar dan $tinggi.

Fungsi tersebut akan mengubah ukuran gambar $urlGambar menjadi ukuran baru yaitu sesuai dengan parameter $lebar dan $tinggi.

Akan tetapi yang kita inginkan, parameter $tinggi ini opsional, tidak wajib diijisi. Jika variabel $tinggi tidak diisi, maka otomatis gambar akan di-resize sesuai dengan ukuran rasionya.

Untuk melakukan hal tersebut, kita bisa melakukan kurang lebih seperti ini:

<?php

function resize (string $urlGambar, float $lebar, float $tinggi = null) {
  if (!$tinggi) {
    # jika parameter $tinggi null, maka resize gambar sesuai rasio
  } else {
    # jika ternyata variabel $tinggi ada nilainya, maka resize
    # sesuai dengan nilai tersebut
  }
}

Atau kita bisa ubah fungsi kita sebelumnya yaitu sapaPengunjung dengan menjadikan kedua parameternya memiliki nilai default.

<?php

function sapaPengunjung (string $nama = 'Anonimous', int $jumlahKunjungan = 0) {
  echo "<h2>Halo {$nama}, selamat datang!</h2>";
  echo "<p>Terima kasih telah berkunjung ke situs kami.</p>";

  if ($jumlahKunjungan > 10) {
    echo "<p>Kami memiliki hadiah ebook gratis untuk anda karena anda telah mengunjungi situs kami sebanyak {$jumlahKunjungan} kali.</p>";
  }
}

Pembahasan Selanjutnya

Anda bisa istirahat sebentar sambil menyeduh kopi karena pembahasan kita tentang fungsi masih belum selesai. Kita masih memiliki dua part lagi.

Pada pembahasan selanjutnya, kita akan mempelajari fungsi yang mengembalikan nilai, callback/closure, dan arrow function.

Pemrograman PHP: Pemula Sampai Mahir.

Belajar pemrograman PHP dari pemula sampai mahir disertai studi kasus. Materi akan selalu di-update secara berkala.

Apa itu function di PHP?

Fungsi (atau Function) di bahasa pemograman adalah kode program yang dirancang untuk menyelesaikan sebuah tugas tertentu, dan merupakan bagian dari program utama. Kita dapat membuat fungsi sendiri, atau menggunakan fungsi yang dibuat oleh programmer lain.

Bagaimana cara yang benar untuk membuat fungsi di PHP?

Membuat fungsi pada PHP dapat dilakukan dengan mudah, yaitu (1) menuliskan keyword function  (2) kemudian diikuti dengan nama fungsi (3) diikuti dengan tanda kurung ()  sebagai tempat argumen, (4) kemudian diikuti dengan kurung kurawa {} sebagi block statement yang akan dijalankan ketika fungsi dipanggil.

Manakah aturan penamaan function yang benar?

Nama dari function dapat ditulis dengan aturan sebagai berikut :.
Terdiri hanya dari angka, huruf dan underscore..
Tidak bisa diawali menggunakan angka..
Tidak boleh ada nama function yang sama dan telah dideklarasikan. (pada PHP tidak bisa overloading)..
Nama function tidak case-sensitive..

Apa yang dimaksud dengan function call function?

Menggunakan fungsi dalam teori pemograman sering juga disebut dengan istilah 'memanggil fungsi' (calling a function). Fungsi dipanggil dengan menulis nama dari fungsi tersebut, dan diikuti dengan argumen (jika ada).