Sebutkan5 lima dampak negatif yang ditimbulkan dari budaya pakaian yang tidak islami

Taukah Anda ada banyak dampak negatif membuka aurat bagi kaum wanita? Salah satunya adalah seringkali mendapat godaan oleh kaum lelaki yang tidak sopan. Apalagi jika Anda sering membuka aurat di depan umum atau di media sosial.

Penting bagi kita agar menyadari secara logis bahwa membuka aurat bukan hanya berdampak pada diri sendiri, tetapi bagi lingkungan sekitar. Agar lebih paham, berikut dampak negatif membuka aurat wanita dan dalilnya.

Dampak Negatif Membuka Aurat bagi Wanita Muslim

Sudah bukan menjadi rahasia umum lagi, jika berjilbab adalah anjuran bagi agama Islam. Apalagi banyaknya manfaat jilbab bagi wanita muslim dan kesehatan tubuh yang sudah dijelaskan pada artikel sebelumnya, untuk itu wanita muslim sangat disarankan mengenakan hijab dalam sehari-hari. Ketahui dampak negatif membuka aurat bagi wanita muslim di bawah ini.

1. Mampu Merusak Akhlak

Dampak negatif membuka aurat bagi perempuan adalah mampu merusak akhlak secara berkala. Misalnya, seseorang yang mengumbar belahan dada dan paha di depan anak-anak, maka secara tidak langsung akan memicu pola pikir anak tersebut.

Kemudian si anak akan meniru gayanya dan membuat kerusakan moral semakin merajalela. Tak jarang anak remaja sekarang sering berpakaian bikini yang diumbar melalui media sosial.

2. Memicu Korban Kejahatan

Sebagian wanita yang tidak menutup auratnya secara baik dan benar, maka mampu menimbulkan korban kejahatan seksual. Alhasil banyak kasus pelecehan seksual wanita yang terjadi di tempat umum, seperti di dalam bus atau kereta.

Rupanya hal tersebut menjadi kesempatan bagi laki-laki nakal untuk bebuat jahat. Jika setan sudah menyusup ke hatinya, tentu saja mempengaruhi untuk bertindak kejahatan, misalnya perkosaan.

3. Keimanan Semakin Menurun

Baca juga :  Samawa Artinya Apa Sih? Jangan Bingung, Ini Lho Penjelasannya!

Pada konteks Islam, dampak negatif membuka aurat diakhirat akan terjadi kala tubuh-tubuh wanita yang terumbar itu dipertontonkan oleh semua umat manusia. Hal ini berkaitan dengan iman dalam hatinya.

Jika seseorang tidak memiliki rasa malu sedikit pun di depan umum untuk mengumbar aurat, maka keimanan dalam dirinya sudah semakin menurun. Kemudian orang tersebut tidak takut lagi berbuat maksiat atau sejenis zina.

Dalil Menutup Aurat bagi Wanita

Pepatah mengatakan bahwa pakaian adalah hiasan bagi manusia. Penting bagi Anda memahami arti pepatah tersebut. Secara tak langsung pepatah ini membenarkan jika menutup bagian tubuh adalah hal yang baik.

Karena itulah, ada dalil yang menjelaskan tentang hukum membuka aurat bagi kaum wanita. Bahkan hukum tersebut memicu dampak negatif membuka aurat dunia. Seperti apakah dalilnya? Simak terus penjelasan berikut.

Dalil dalam Al-Qur’an

Dalil dalam Al-Qur’an tercantum pada Surat Al-A’raf/7:27, yang artinya “Wahai anak cucu Adam! Janganlah kalian tertipu oleh setan, sebagaimana dia telah mengeluarkan ibu bapak kalian dari surga, dengan menanggalkan pakaian keduanya untuk memperlihatkan aurat keduanya.

Selain itu, Islam juga memberikan perintah yang tegas untuk perempuan dalam menutup auratnya, begitu pula dengan laki-laki. Sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW, yang artinya Sesungguhnya kami dilarang bila aurat kami terlihat.

Dari sedikit penjelasan dalil diatas, maka dapat diambil kesimpulan bahwa menutup aurat merupakan suatu perintah dan tidak sepantasnya mengumbar aurat di depan umum. Jadi tidak ada salahnya jika kita mulai menutup tubuh kita dengan cara yang baik dan sopan.

Itulah dampak negatif membuka aurat bagi kaum wanita dan dalilnya. Jangan sampai Anda tak berpakaian layaknya indikasi budaya primitif yang sudah tidak ada lagi. Bahkan akan memicu kehinaan bagi seseorang.

Baca juga :  Doa Naik Kendaraan Darat, Laut, dan Udara Arab dan Latin

Sebutkan dan tuliskan dampak negatif akibat dari membuka aurat ?. Ya, begitulah kiranya soal yang sering ditanyakan di sekolah-sekolah pada saat jam pelajaran agama islam. Nah, jadi menurut anda apa saja dampak negatif dari membuka aurat ini ?.

Apa yang terjadi jika ada seorang wanita yang membuka auratnya ?. Membuka aurot didepan umum, bahkan sampai di bagikan di internet dan sosial media ?. Tentunya pasti anda sudah tahu akan jawabannya. Yakni, akan mendapatkan dosa, bahkan bukan hanya dosa biasa saja. Namun dosa jariyah, yang terus mengalir apabila ada orang yang melihat auratnya di internet / sosial media.


Selain dosa, aurat jika diumbar akan menimbulkan dampak buruk bagi diri sendiri dan orang lain yang melihatnya. Berikut selengkapnya dampak negatif akibat dari membuka aurat pada wanita.

A. Dampak negatif membuka aurat bagi wanita

1. Mendapatkan dosa 2. Merusak keimanan 3. Turunnya harga diri 4. Terancam keselamatannya 5. Merugikan dan memalukan orang-orang terdekatnya (keluarga)

B. Dampak negatif bagi laki-laki yang melihatnya

1. Mendapat dosa 2. Menurunkan keimanan 3. Menambah peluang untuk bertindak kejahatan dan dosa (misalnya zina)

C. Dampak negatif bagi anak-anak yang melihatnya

1. Merusak akhlak dan moralnya 2. Merusak masa depannya
D. Dampak bagi lingkungan 1. Membuka aurot dan bermaksiat menjadi biasa atau dianggap biasa 2. Terjadi bencana dimana-mana akibat dari maraknya maksiat yang ada

E. Dampak negatif akibat membuka aurat secara umum

1. Mendapatkan dosa 2. Dimurkai Allah 3. Dapat menimbulkan fitnah 4. Menimbulkan hawa nafsu pada lawan jenis / menimbulkan syahwat 5. Mendatangkan tindak kejahatan 6. Menurunkan harga diri, dianggap murahan 7. Menimbulkan Zina mata 8. Disukai setan 9. Tidak bisa mencium bau surga (jauh dari surga, masuk neraka)

Ya, kurang lebih begitulah dampak buruk atau dampak negatif akibat dari yang namanya membuka aurat. Cukup sekian dulu, semoga bermanfaat.

Share on : Facebook Twitter Whatsapp

Sebutkan5 lima dampak negatif yang ditimbulkan dari budaya pakaian yang tidak islami

Artikel Zakiah(Tenaga Artikel) 25 April 2019 11:48:34 WIB

ADAB BERPAKAIAN MENURUT ISLAM

            Di Bulan April ini, kaum perempuan Indonesia memperingati Hari Kartini. Karena Ibu Kartini sudah dinobatkan Negara Indonesia menjadi pahlawan, berkat jasanya , buah pikirannya, yang memberi inspirasi untuk meningkatkan harkat dan martabat kaum perempuan. Sayangnya, di Republik yang mayoritas penduduknya beragama Islam ini, masih banyak ditemui kaum perempuan yang tidak malu mempertontonkan auratnya, tidak berpakaian sopan selayaknya budaya ketimuran kita yang sarat makna kesopanan dan beretika.

Sewajarnya seseorang itu memakai pakaian yang sesuai karena pakaian sopan dan menutup aurat adalah cermin seseorang itu Muslim yang sebenarnya. Islam tidak menetapkan bentuk atau warna pakaian untuk dipakai, baik ketika beribadah atau di luar ibadat. Islam hanya menetapkan bahawa pakaian itu mestilah bersih, menutup aurat, sopan dan sesuai dengan akhlak seorang Muslim.

Di dalam Islam ada garis panduan tersendiri mengenai adab berpakaian (untuk lelaki dan wanita) yaitu :

1. Menutup aurat

Aurat lelaki menurut ahli hukum ialah daripada pusat hingga ke lutut. Aurat wanita pula ialah seluruh anggota badannya, kecuali wajah, tapak tangan dan tapak kakinya. Rasulullah SAW bersabda bermaksud: "Paha itu adalah aurat." (HR.Bukhari).

2. Tidak menampakkan tubuh

Pakaian yang jarang sehingga menampakkan aurat tidak memenuhi syarat menutup aurat. Pakaian jarang bukan saja menampak warna kulit, malah boleh merangsang nafsu orang yang melihatnya. Rasulullah SAW bersabda yang artinya: "Dua golongan ahli neraka yang belum pernah aku lihat ialah, satu golongan memegang cemeti seperti ekor lembu yang digunakan bagi memukul manusia dan satu golongan lagi wanita yang memakai pakaian tetapi telanjang dan meliuk-liukkan badan juga kepalanya seperti bonggol unta yang tunduk.Mereka tidak masuk syurga dan tidak dapat mencium baunya walaupun bau syurga itu dapat dicium daripada jarak yang jauh." (HR.Muslim)

3. Pakaian tidak ketat.

Tujuannya adalah supaya tidak kelihatan bentuk tubuh badan yang merangsang lawan jenis untuk bermaksiat.

4. Tidak menimbulkan perasaan riya.

Rasulullah SAW bersabda bermaksud: "Siapa yang melabuhkan pakaiannya kerana perasaan sombong, Allah SWT tidak akan memandangnya pada hari kiamat." Dalam hadis lain, Rasulullah SAW bersabda bermaksud: "Siapa yang memakai pakaian yang berlebih-lebihan, maka Allah akan memberikan pakaian kehinaan pada hari akhirat nanti." (Ahmad, Abu Daud, an-Nasa'iy dan Ibnu Majah).

5. Lelaki, dan wanita berbeda.

Maksudnya pakaian yang khusus untuk lelaki tidak boleh dipakai oleh wanita, begitu juga sebaliknya. Rasulullah SAW mengingatkan hal ini dengan tegas sabdanya yang artinya: "Allah mengutuk wanita yang meniru pakaian dan sikap lelaki, dan lelaki yang meniru pakaian dan sikap perempuan." (Bukhari dan Muslim). Beliau SAW juga bersabda: "Allah melaknat lelaki berpakaian wanita dan wanita berpakaian lelaki." ?(Abu Daud dan Al-Hakim).

6. Larangan pakai sutera.

ISLAM mengharamkan kaum lelaki memakai sutera. Rasulullah SAW bersabda bermaksud: "Janganlah kamu memakai sutera, sesungguhnya orang yang memakainya di dunia tidak dapat memakainya di akhirat." (Muttafaq 'alaih).

7. Memanjangkan pakaian.

Contohnya seperti tudung yang seharusnya dipakai sesuai kehendak syarak yaitu bagi menutupi kepala dan rambut, tengkuk atau leher dan juga dada. Allah berfirman bermaksud: "Wahai Nabi, katakanlah (suruhlah) isteri-isteri dan anak-anak perempuanmu serta perempuan-perempuan beriman, supaya mereka memanjangkan pakaiannya bagi menutup seluruh tubuhnya (ketika mereka keluar rumah); cara yang demikian lebih sesuai untuk mereka dikenal (sebagai perempuan yang baik-baik) maka dengan itu mereka tidak diganggu. Dan (ingatlah) Allah adalah Maha Pengampun dan Maha Penyayang." ?(al-Ahzab:59).

8. Memilih warna sesuai.

Contohnya warna-warna lembut termasuk putih kerana ia nampak bersih dan warna ini sangat disenangi dan sering menjadi pilihan Rasulullah SAW. Baginda bersabda bermaksud: "Pakailah pakaian putih kerana ia lebih baik, dan kafankan mayat kamu dengannya (kain putih)." (an-Nasa'ie dan al-Hakim).

9. Larangan memakai emas.

Termasuk dalam etika berpakaian di dalam Islam ialah barang-barang perhiasan emas seperti rantai, cincin dan sebagainya. Bentuk perhiasan seperti ini umumnya dikaitkan dengan wanita namun pada hari ini ramai antara para lelaki cenderung untuk berhias seperti wanita sehingga ada yang sanggup bersubang dan berantai. Semua ini amat bertentangan dengan hukum Islam. Rasulullah s.a.w. bersabda bermaksud: "Haram kaum lelaki memakai sutera dan emas, dan dihalalkan (memakainya) kepada wanita."

10. Mulakan sebelah kanan.

Apabila memakai baju,celana atau seumpamanya, mulailah sebelah kanan. Imam Muslim meriwayatkan daripada Saidatina Aisyah bermaksud: "Rasulullah suka sebelah kanan dalam segala keadaan, seperti memakai sandal,sepatu, berjalan kaki dan bersuci."Apabila memakai sepatu atau seumpamanya, mulai dengan sebelah kanan dan apabila menanggalkannya, mulai dengan sebelah kiri. Rasulullah SAW bersabda bermaksud: "Apabila seseorang memakai sendal, mulakan dengan sebelah kanan, dan apabila menanggalkannya, mulai dengan sebelah kiri supaya yang kanan menjadi yang pertama memakai sendal dan yang terakhir menanggalkannya." (Riwayat Muslim).

11. Selepas beli pakaian

Apabila memakai pakaian baru dibeli, ucapkanlah seperti yang diriwayatkan oleh Abu Daud dan At-Tarmizi yang bermaksud: "Ya Allah, segala puji bagi-Mu, Engkau yang memakainya kepadaku, aku memohon kebaikannya dan kebaikan apa-apa yang dibuat baginya, aku mohon perlindungan kepada-Mu daripada kejahatannya dan kejahatan apa-apa yang diperbuat untuknya. Demikian itu telah datang daripada Rasulullah".

12. Berdoa.


Ketika menanggalkan pakaian, lafaz- kanlah: "Pujian kepada Allah yang mengurniakan pakaian ini untuk menutupi auratku dan dapat mengindahkan diri dalam kehidupanku, dengan nama Allah yang tiada Tuhan melainkan Dia. Sebagai seorang Islam, sewajarnya seseorang itu memakai pakaian yang sesuai menurut tuntutan agamanya.Karena sesungguhnya pakaian yang sopan dan menutup aurat adalah cermin seorang Muslim yang sebenarnya.

Semoga bermanfaat dan dapat kita amalkan. Terima kasih.