Apa yang dimaksud dengan bahan paramagnetik dan bahan diamagnetik?

Paramagnetik, Diamagnetik dan Feromagnetik  – Bagi sebagian orang mungkin masih asing dengan kata paramagnetik, diamagnetik dan juga feromagnetik.

Dan masih juga belum memahami mengenai arti dari masing-masing kata tersebut. Berikut ini admin akan membahas secara lengkap dan juga jelas , mengenai penjelasan masing-masing arti dari paramagnetik, diamagnetik dan  feromagnetik.

Pengertian Diamagnetik

Diamagnetik adalah bahan yang sedikit menolak garis gaya magnetik, misalnya seperto natrium, perak, bismut, raksa dan juga intan. Pada saat tidak ada pengaruhnya dari medan magnet luar.

Momen magnetik yang diakibatkan oleh adanya gerak orbital dan spin elektron yang saling meniadakan. Pada saat  ada pengaruh dari medan magnet luar, sehingga akan timbul medan magnet di dalam akan tetapi masih lebih kecil.

Pengertian Paramagnetik

Paramagnetik merupakan  bahan yang sedikit menarik garis gaya magnetik contohnya seperti  aluminium, magnesium, titanium, platina dan juga fungston.

Apabila tidak terjadi pengaruh medan magnetik luar, maka bahan ini tidak memperlihatkan efek dari magnetik karena momen magnetik total yang disebabkan oleh adanya gerak orbital dan juga elektron yang relatif kecil.

Akan tetapijika diberikan pengaruh dari medan magnet luar, sehingga timbullah momen yang cenderung mensejajarkan medan magnet di dalam dengan medan magnet yang di luar.

Pengertian Feromagnetik

Feromagnetik adalah bahan yang sangat kuat yang mampu menarik gaya magnetik seperti besi, nikel, gadolinium dan juga kobalt. Apabila  kemudian digunakan magnetik tersebut  meskipun medan luar dihilangkan, maka sifat kemagnetan bahannya masih ada.

Sifat kemagnetan dari bahan feromagnetik tidak bisa hilang meskioun bila dipukul atau dipanaskan.

Itulah pembahasan mengenai Pengertian Paramagnetik Diamagnetik Dan Feromagnetik yang telah dijelaskan dengan lengkap. Semoga artikel ini dapat menjadi referensi yang tepat bagi anda yang sedang mempelajari  mengenai ketiga bahan tersebut. semoga bermanfaat, sekian dan terimakasih banyak untuk kunjungannya, jangan lupa juga simak artikel kami yang lainnya ya.

Jawab :

1.  Ferromagnetik

Feromagnetik merupakan sifat benda yang dapat ditarik kuat oleh magnet. Contoh benda yang bersifat feromagnetik adalah besi dan baja.

2. Paramagnetik

Paramagnetik merupakan sifat benda yang  ditarik lemah oleh magnet. Contohnya adalah platina dan alumunium.

3.  Diamagnetik

Benda dengan sifat diamagnetik sama sekali tidak dapat ditarik oleh magnet. Contoh benda diamagnetik adalah seng dan bismut.

Penjelasan :

Kemagnetan berasal dari kata dasar magnet, diambil dari kata “magnesia” (Asia kecil). Lebih dari dua ribu tahun yang lalu, orang Yunani yang hidup di Magnesia menemukan batu yang istimewa. Batu tersebut dapat menarik benda-benda yang mengandung logam.

Ketika batu itu digantung sehingga dapat berputar, salah satu ujungnya selalu menunjuk ke arah utara.

Karena batu tersebut ditemukan di Magnesia, maka kemudian orang-orang Yunani menamai batu tersebut dengan nama magnetit.

Pada waktu itu, orang Yunani tidak mengetahui lebih lanjut mengenai sifat-sifat batu tersebut, tetapi mereka telah mengamati ciri-ciri bahan yang disebut magnet.

Sebuah magnet dapat dibagi menjadi bagian lebih kecil yang dinamakan magnet elementer. Pada benda yang bersifat magnet, susunan magnet elementernya teratur dan membentuk arah yang sama.

Magnet elementer besi mudah bergerak, sehingga bersifat sementara. Sedangkan magnet elementer dari baja sukar bergerak, sehingga bersifat tetap.

Berdasarkan sifat kemagnetannya, benda dikelompokkan menjadi tiga jenis, yaitu feromagnetik, paramagnetik, dan diamagnetik.

Feromagnetik adalah benda-benda yang dapat ditarik kuat oleh magnet. Contoh benda yang bersifat ferromagnetik adalah besi dan baja.

Paramagnetik merupakan benda yang  ditarik lemah oleh magnet. Sedangkan diamagnetik adalah benda yang tidak dapat ditarik sama sekali oleh magnet.

Apa yang dimaksud dengan bahan paramagnetik dan bahan diamagnetik?

Setiap magnet memiliki dua daerah yang gaya magnetnya paling kuat, yang disebut kutub magnet. Terdapat dua kutub maget, yaitu kutub utara (U) dan kutub selatan (S).

Kutub magnet juga sering bertuliskan N dan S. N merupakan kutub utara magnet (singkatan dari north yang berarti utara).

Sedangkan S adalah kutub selatan (singkatan dari south yang berarti selatan). Kutub-kutub magnet selalu berpasangan, yaitu kutub utara dan kutub selatan.

Aluminium adalah bahan yang memiliki sifat paramagnetik. Foto: Victor Kovshevny via Flickr

Sifat magnet suatu bahan dibagi menjadi tiga, yaitu paramagnetik, diamagnetik, dan feromagnetik.

Jika feromagnetik merupakan sifat suatu bahan yang menunjukkan daya tarik magnet yang cukup kuat untuk dirasakan. Lalu, diamagnetik adalah sifat dari bahan yang tidak tertarik oleh medan magnet. Kemudian, bagaimana dengan paramagnetik?

Kali ini, kita akan membahas mengenai apa itu paramagnetik. Simak penjelasannya di bawah ini.

Paramagnetik adalah sifat bahan yang cenderung memperoleh magnet lemah ke arah medan magnet saat diletakkan di medan magnet.

Secara sederhana, bahan paramagnetik memiliki kerentanan positif terhadap medan magnet, namun nilainya kecil dan lemah.

Ketika medan magnet eksternal dihilangkan, bahan paramagnetik otomatis akan kehilangan sifat magnetiknya.

Karakteristik Paramagnetik

Ilustrasi atom paramagnetik. Foto: dayna mason via Flickr

Beberapa senyawa dan sebagian besar unsur kimia memiliki sifat paramagnetik dalam suatu keadaan tertentu. Contoh benda paramagnetik adalah titanium, aluminium, oksida besi (FeO), dan oksigen (O2)

Menurut hukum Fisika Currie-Weiss yang dikutip dari laman ToughtCo, bahan paramagnetik yang sesungguhnya menunjukkan kerentanan magnetik pada rentang suhu yang luas.

Seperti yang sudah disebutkan di atas, momen magnet pada benda paramagnetik dapat ditarik oleh medan magnet, tetapi sangat lemah. Saat medan magnet eksternal dilepas, sifat kemagnetannya akan hilang.

Ketika diberi medan magnet eksternal yang tidak seragam, momen magnet paramagnetik akan bergerak dari daerah yang medan magnetnya lemah ke arah medan magnet kuat.

Mengutip dari Byjus, benda paramagnetik memiliki intensitas yang sangat kecil, bernilai positif, dan berbanding lurus dengan medan magnet. Selain itu, suseptibilitas magnetiknya juga kecil dan bernilai positif.

Nilai permeabilitas relatif pada benda paramagnetik lebih besar dibanding satu. Karakteristik yang unik dari benda paramagnetik adalah memiliki nilai magnetisasi atau suseptibilitas yang berbanding terbalik dengan suhu mutlak.

Momen dipol pada benda paramagnetik kecil, namun sejajar dengan medan magnet.

Bagaimana Cara Kerja Paramagnetik?

Contoh bahan paramagnetik adalah titanium. Foto: Nick Ramsey via Flickr

Paramagnetik dapat terjadi jika setidaknya ada satu putaran elektron yang tidak berpasangan dalam atom atau molekul material. Artinya, paramagnetik merupakan seluruh bahan dengan orbital atom yang tidak terisi penuh.

Atom yang tidak berpasangan tersebut akan memberi momen dipol magnetik pada benda paramagnetik. Setiap atom yang tidak berpasangan pada dasarnya adalah magnet kecil dalam suatu bahan.

Saat diberi medan magnet eksternal, putaran elektron yang tidak berpasangan menjadi sejajar dengan medan magnet, sehingga benda paramagnetik tertarik ke medan.

Namun, saat medan magnet eksternal dihilangkan, putaran elektronnya menjadi acak kembali.

Jadi, dapat kita simpulkan jika bahan paramagnetik adalah bahan yang memiliki sifat paramagnetik yang lemah jika diberi medan magnet eksternal saja. Namun, akan hilang jika tidak ada medan magnet eksternal.