Kejadian yang berkaitan dengan takdir mubram adalah kejadian

Inilah salah satu contoh ketentuan Allah SWT yang disebut takdir mubram. Perhatikan firman Allah SWT dalam Al-Qur'an:

2 menit

Pernahkah Sahabat 99 mendengar takdir mubram? Jika belum, pelajari apa pengertian dan contoh takdir mubram dalam kehidupan di artikel ini!

Sebagai seorang Muslim, pasti kita sudah tidak asing lagi dengan qadha dan qadar.

Dalam Islam, qadhar berarti rencana, sedangkan qadar berarti perwujudan dari rencana.

Kedua istilah ini menjelaskan mengenai takdir dari manusia yang telah ditetapkan Allah Swt. sejak zaman azali atau masa sebelum alam semesta tercipta.

Adapun dalam Al-Qur’an terdapat dua jenis takdir yakni mubram dan muallaq.

Dalam artikel kali ini, 99.co Indonesia akan membahas apa itu takdir mubram.

Untuk lebih jelasnya, langsung saja simak ulasannya di bawah ini!

Pengertian Takdir Mubram

Berdasarkan penjelasan dalam laman Kemendikbud, takdir mubram adalah ketentuan mutlak dari Allah Swt.

Apakah takdir mubram bisa diubah?

Takdir mubram adalah ketetapan yang manusia tidak memiliki peran apa pun untuk mewujudkan maupun mengubahnya.

Sebaliknya, takdir muallaq adalah ketetapan yang masih bisa berubah tergantung pada usaha manusia.

Ayat mengenai takdir mubram bisa kamu temukan pada surat An Nisa ayat 78 yang berbunyi:

اَيْنَمَا تَكُوْنُوْا يُدْرِكْكُّمُ الْمَوْتُ وَلَوْ كُنْتُمْ فِيْ بُرُوْجٍ مُّشَيَّدَةٍ ۗ وَاِنْ تُصِبْهُمْ حَسَنَةٌ يَّقُوْلُوْا هٰذِهٖ مِنْ عِنْدِ اللّٰهِ ۚ وَاِنْ تُصِبْهُمْ سَيِّئَةٌ يَّقُوْلُوْا هٰذِهٖ مِنْ عِنْدِكَ ۗ قُلْ كُلٌّ مِّنْ عِنْدِ اللّٰهِ ۗ فَمَالِ هٰٓؤُلَاۤءِ الْقَوْمِ لَا يَكَادُوْنَ يَفْقَهُوْنَ حَدِيْثًا

Artinya:

Di mana pun kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu berada di dalam benteng yang tinggi dan kukuh. Jika mereka memperoleh kebaikan, mereka mengatakan, “Ini dari sisi Allah,” dan jika mereka ditimpa suatu keburukan, mereka mengatakan, “Ini dari engkau (Muham-mad).” Katakanlah, “Semuanya (datang) dari sisi Allah.” Maka mengapa orang-orang itu (orang-orang munafik) hampir-hampir tidak memahami pembicaraan (sedikit pun)?” (QS An Nisa:78).

Termasuk pula segala musibah dan bencana yang terjadi di muka bumi ini yang menjadi contoh takdir mubram.

Seperti, gempa bumi, kekeringan, gunung meletus, dan lain-lain. Allah Swt. berfirman dalam surat Al Hadid ayat 22, yakni:

مَا أَصَابَ مِنْ مُصِيبَةٍ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي أَنْفُسِكُمْ إِلَّا فِي كِتَابٍ مِنْ قَبْلِ أَنْ نَبْرَأَهَا ۚ إِنَّ ذَٰلِكَ عَلَى اللَّهِ يَسِيرٌ

Artinya:

“Setiap bencana yang menimpa di bumi dan yang menimpa dirimu sendiri, semuanya telah tertulis dalam Kitab (Lauh Mahfuzh) sebelum Kami mewujudkannya. Sungguh, yang demikian itu mudah bagi Allah.”

Contoh Takdir Mubram

Lantas apa contoh takdir mubram dalam kehidupan?

Berikut ini beberapa contoh takdir mubram yakni ketetapan yang tidak dapat diubah dalam kehidupan manusia:

1. Kelahiran

Contoh takdir mubram yang pertama adalah kelahiran.

Tidak ada seorang pun yang mengetahui dengan pasti kapan wanita akan mengandung atau pasangan akan memiliki anak.

Sebagai manusia kita hanya berusaha dengan segala keterbatasan yang ada.

Misalnya sebagai orang tua, kamu dan pasangan sudah mengeluarkan banyak uang untuk program kehamilan.

Namun, jika Allah Swt. belum berkehendak maka hasilnya tidak akan berjalan sesuai harapan.

2. Jodoh

Contoh takdir mubram selanjutnya adalah jodoh atau pasangan hidup yang telah Allah Swt. takdirkan.

Sebagai manusia, kita tidak tahu dengan pasti apakah seseorang berjodoh dengan kita.

Hanya Allah Swt. yang mengetahui hal ini sehingga sebagai manusia, kamu harus berpasrah diri kepada Allah Swt. dalam menjalani hidup.

3. Kematian

Contoh takdir mubram selanjutnya adalah kematian.

Manusia tidak dapat mengetahui tentang kapan ajal akan menjemputnya.

Pasalnya, kematian merupakan takdir yang telah ditetapkan oleh Allah Swt.

***

Itulah pengertian serta contoh takdir mubram.

Semoga informasi ini dapat bermanfaat untuk Sahabat 99!

Simak juga artikel menarik lainnya di Berita 99.co Indonesia.

Sedang mencari hunian impian di Jakarta Utara?

Temukan beragam pilihan perumahan seperti di The Kensington Royal hanya di 99.co/id dan Rumah123.com, karena kami memang #AdaBuatKamu.

Ilustrasi pria muslim sedang berdoa. Foto: Shutter Stock

Manusia tidak dapat menghindari takdir mubram yang ditetapkan untuknya, karena Allah telah menggariskannya dalam Lauhul Mahfudz. Takdir mubram adalah ketentuan Allah yang pasti terjadi dan tidak dapat berubah.

Semua itu hanya Allah yang mengetahuinya. Sebagaimana dijelaskan dalam surat Al Hadid ayat 22 yang artinya: “Setiap bencana yang menimpa di bumi dan yang menimpa dirimu sendiri, semuanya telah tertulis dalam Kitab (Lauh Mahfuzh) sebelum Kami mewujudkannya. Sungguh, yang demikian itu mudah bagi Allah.”

Apa yang dimaksud dengan takdir mubram? Dan bagaimana sebaiknya umat Islam menyikapinya?

Pengertian Takdir Mubram dan Takdir Muallaq

Pemakaman Pondok Ranggon di Jakarta. Foto: Willy Kurniawan/REUTERS

Mengutip jurnal Konsep Takdir dalam Al-Qur’an oleh Arnesih (2016), secara bahasa takdir berasal dari kata qadara yang artinya memberi kadar, mengukur atau ukuran. Allah telah menetapkan kadar, ukuran, dan batas tertentu pada diri, sifat dan kemampuan makhluk-Nya.

Nah, tidak hanya takdir mubram, dalam Islam juga dikenal istilah takdir muallaq. Berikut ini adalah penjelasan mengenai perbedaannya:

com-Ilustrasi menjalankan ibadah Sholat Foto: Shutterstock

Mengutip buku Panduan Muslim Sehari-hari dari Lahir Sampai Mati oleh Hamdan Rasyid dan Saiful Hadi (2016), takdir mubram adalah takdir yang terjadi pada diri manusia tanpa bisa ditawar-tawar lagi. Ini merupakan ketentuan mutlak Allah SWT pada hamba-Nya.

Sebagaimana Firman Allah dalam surat Yunus ayat 49 yang artinya:

“Katakanlah (Muhammad), "Aku tidak kuasa menolak mudarat maupun mendatangkan manfaat kepada diriku, kecuali apa yang Allah kehendaki." Bagi setiap umat mempunyai ajal (batas waktu). Apabila ajalnya tiba, mereka tidak dapat meminta penundaan atau percepatan sesaat pun.”

Melansir Kemenag, ayat ini berisi penegasan bahwa setiap manusia akan menemui ajal yang telah ditentukan waktunya. Ajal itu akan tiba pada saatnya dan hanya Allah-lah yang mengetahuinya. Maka, apabila ajal telah tiba, manusia tidak mampu menundanya dan tidak pula bisa memajukan waktunya.

Gunung berapi di Selandia Baru meletus. Foto: AFP/TORSTEN BLACKWOOD

Selain kematian, contoh takdir mubram antara lain jenis kelamin ketika manusia dilahirkan, dari ibu mana ia akan dilahirkan, serta di mana dan kapan ia akan meninggal dunia. Bencana juga termasuk takdir mubram, seperti gunung meletus, gempa bumi, dan lain sebagainya.

Bagaimana umat Islam harus menyikapnya? Jika takdir tersebut berupa nikmat, tentu saja kita wajib bersyukur. Dan apabila takdir tersebut berupa musibah seperti bencana atau meninggalnya orang terkasih, umat Islam perlu bersabar.

Ilustrasi anak belajar. Foto: Shuutterstock

Takdir muallaq adalah ketentuan Allah SWT yang mengikutsertakan peran manusia melalui usaha atau ikhtiarnya. Namun, hasil ikhtiar nanti tidak ditentukan olehnya sendiri, melainkan oleh Allah SWT.

Manusia hanya bisa berusaha, dan hasilnya adalah berdasarkan kehendak (iradah) dan kekuasaan (qudrah) Allah. Jika harapan manusia dalam berikhtiar tersebut sesuai dengan kehendak dan keinginan Allah, maka hasilnya akan memuaskan.

Namun jika ikhtiar tersebut tidak sesuai dengan keinginan Allah, hasilnya mungkin tidak seperti yang diinginkan manusia. Allah berfirman dalam surat Al Baqarah ayat 286 yang artinya:

“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Dia mendapat (pahala) dari (kebajikan) yang dikerjakannya dan dia mendapat (siksa) dari (kejahatan) yang diperbuatnya.”

Ilustrasi perempuan bekerja di industri teknologi. Foto: dok. Unsplash

  1. Untuk mendapat rezeki yang banyak, seseorang harus bekerja keras.

  2. Jika seseorang ingin memiliki tubuh yang sehat, ia harus mengupayakannya dengan olahraga, menjaga kebersihan, dan mengkonsumsi makanan bergizi.

  3. Jika siswa ingin meraih rangking 1 di kelas, maka harus belajar dengan giat.

Perlu diingat, meskipun hasil akhir tetap ditentukan Allah, setiap Muslim hendaknya yakin bahwa Allah adalah Maha Pengasih dan Penyayang. Ia tidak menyia-nyiakan setiap ikhtiar dan jerih payah para hamba-Nya, sebagaimana tercantum dalam Surat An Nisa ayat 40:

"Sesungguhnya Allah tidak menganiaya seseorang walaupun sebesar zarrah, dan jika ada kebajikan sebesar zarrah, niscaya Allah akan melipat gandakannya dan memberikan dari sisi-Nya pahala yang besar."